Sunday, July 29, 2007

Love and Happiness (once more)

Giving someone all your love is never an assurance that they will love you back.
Do not expect love in return; just wait for it to grow In their heart.
But if it does not,
be content that it grew in yours.



When the door of happiness closes, another opens.
But often times we look so long at the closed door
that we do not see the one which has been opened for us.

Friday, July 27, 2007

Love and Happiness

Love comes…
To those who still hope,
although they have been disappointed.
To those who still believe,
although they have been betrayed.
To those who still love,
although they have been hurt before.



Happiness lies for…
those who cry,
those who hurt,
those who have searched,
and those who have tried.
For only they can appreciate the importance of people who have touched their lives.

Thursday, July 19, 2007

Mengapa Remaja Suka Menggunakan Bahasa Gaul?

Dalam berkomunikasi sehari-hari, terutama dengan sesame sebayanya, remaja seringkali menggunakan bahasa spesifik yang kita kenal dengan bahasa ‘gaul’. Disamping bukan merupakan bahasa yang baku, kata-kata dan istilah dari bahasa gaul ini terkadang hanya dimengerti oleh para remaja atau mereka yang kerap menggunakannya.

Menurut Piaaget (dalam Papalia, 2004), remaja memasuki tahap perkembangan kognitif yang disebut tahap formal operasional. Piaget menyatakan bahwa tahapan ini merupakan tahap tertinggi perkembangan kognitif manusia. Pada tahap ini individu mulai mengembangkan kapasitas abstraksinya.

Sejalan dengan perkembangan kognitifnya, perkembangan bahasa remaja mengalami peningkatan pesat. Kosakata remaja terus mengalami perkembangan seiring dengan bertambahnya referensi bacaan dengan topik-topik yang lebih kompleks. Menurut Owen (dalam Papalia, 2004) remaja mulai peka dengan kata-kata yang memiliki makna ganda. Mereka menyukai penggunaan metaphor, ironi, dan bermain dengan kata-kata untuk mengekspresikan pendapat mereka. Terkadang mereka menciptakan ungkapan-ungkapan baru yang sifatnya tidak baku. Bahasa seperti inilah yang kemudian banyak dikenal dengan istilah bahasa gaul.

Disamping merupakan bagian dari proses perkembangan kognitif, munculnya penggunaan bahasa gaul juga merupakan ciri dari perkembangan psikososial remaja. Menurut Erikson (1968), remajamemasuki tahapan psikososial yang disebut sebagai identity versus role confusion. Hal yang dominant terjadi pada tahapan ini adalah pencarian dan pembentukan identitas. Remaja ingin diakui sebagai individu unik yang memiliki identitas sendiri yang terlepas dari dunia anak-anak maupun dewasa. Penggunaan bahasa gaul ini merupakan bagian dari proses perkembangan mereka sebagai identitas independensi mereka dari dunia orang dewasa dan anak-anak.

Referensi

  • Papalia, D.E., Olds, S.W., Feldman, R.D. (2004). Human development (9th edition). Boston: McGraw Hill Company, Inc.
  • Erikson, E. (1968). Childhood and society (2nd edition). New York: W.W. Norton & Company Inc.

Tuesday, July 10, 2007

Key Characteristics of Extraverts and Introverts


Extraverts
Seek interaction
Enjoy groups
Act or speak first, then think
Expand energy
Focus outwardly
Like variety and action
Outgoing
Think out loud
Enjoy discussing

Introverts
Like to be alone
Enjoy one-to-one communication
Think first, then speak or act
Conserve energy
Focus inwardly
Like to focus on one thing at a time
Reserved
Think to themselves
Enjoy reflecting

The Energizing Preferences: Extraversion – Introversion

Extraverts are people who are energized by people: talking with people, playing with people, and working with people. Extraverts experience loneliness when they are not in contact with people. On the other hand, introverts are people who prefer solitude to recover energy. They like solitary activities, working quietly alone, reading, meditating, participating in activities which involve few or no other people. In the context of MBTI system, Extraversion doesn’t mean talkative, and Introversion doesn’t mean shy. The two words refer to whether a person gets energized in the outer world or their inner world.

Extraverts are outgoing, enthusiastic, often fast-paced, and enjoy a lot of interaction. To understand the world, they need to experience it. Their tendency is to act, discuss, or process verbally, and then act some more. They often think out loud and find it fairly easy to talk to anyone. They get rejuvenated by being with people and feel drained when they are alone.

On the other hand, Introverts are often reserved and private. They need more time to themselves and tend to conserve their energy. They want to understand the world before they experience it and often think and reflect before acting or speaking. Interacting too much with others can drain their energy. To rejuvenate, they need to be by themselves or in silence. Introverts prefer to focus their attention inward and get energized by their internal world of ideas, impressions, and thoughts.

When an Introvert and Extravert are in a relationship, the differences in their preferences can be a source of tension and conflict. They sometimes have a difficult time understanding each other. To an Extraverts, Introverts can seem withholding, antisocial, boring, and uninterested. To an Introvert, Extravert can seem pushy, intrusive, hyper, and too talkative.

Friday, July 6, 2007

Dua Noni

Beberapa bulan belakangan saya punya hobi baru. Menjelajah dunia maya :) Awalnya sih niatnya mau searching articles, journals,... yaaa gitu deee yang bau-bau akademis dan serius. Entah bagaimana awalnya saya nggak begitu ingat, saya mulai tergelitik untuk masuk ke komunitas-komunitas hobi. Singkat cerita, jadilah saya member di beberapa komunitas...
Mmmmm... ternyata asik juga ya :) Maka semakin menjadilah adiksi saya akan dunia maya ini...he-he-heee. Ditambah dengan beberapa sahabat, saya juga intens berkomunikasi via YM.

Dari sekedar berkomentar atau memberi opini di komunitas-komunitas itu, saya mendapatkan beberapa orang dari mereka yang terasa 'nyambung' dengan saya. Dengan kesepakatan, saya melanjutkan obrolan di luar komunitas yang bersangkutan. Ada yang melalui Private Message, ada yang melalui Yahoo Messenger. Dari beberapa teman yang berlanjut, ada dua orang yang sangat intens ngobrol-ngobrol dengan saya. Sebut saja A dan B. By the way, keduanya cewek loh...he-he-heee...

Saya lebih dulu akrab dengan A. Kami mulai ngobrol tema lain di luar komunitas sejak beberapa bulan yang lalu. So far sih masih urusan hobi. Kadang-kadang curhat juga :) (cewek bangeeettt). Bahasa yang dipakai ganti-ganti. Kadang bahasa Indonesia. kadang campur Bahasa Inggris. Lebih sering bahasa gaul, he-he-heeee... maksudnya seenak-enaknya kami aja gitu, selama ngerti maksudnya apa :) Along teh way, muncullah kebiasaan saya yang seneng banget memanggil seseorang dengan panggilan spesifik. Berhubung usernae A itu agak-agak repot di pronounce nya, saya mengusulkan nama panggilan baru. Nggak terlalu ingat asal-muasalnya, koq nama Noni muncul di benak saya. Lucunya, A langsung setuju meskipun nama Noni itu sama sekali jauh dari unsur nama asli dia ataupun username dia. So... I call her noni since then on.... until now.

Sekarang dengan B. baru mulai intens ngobrol-ngobrol dengan B beberapa minggu belakangan. Ya gitu deh, kadang-kadang kan kita suka nggak tau kenapa kita koq bisa enak berkomunikasi dengan orang-orang tertentu sementara dengan yang lainnya nggak begitu. Itu juga yang terjadi antara saya dengan B. Meksipun mulai ngobrol di luar topik baru beberapa minggu belakangan, tapi koq makin enak ya ngobrolnya? Maka dengan kesepakatan, mulai kemarin kami tukaran ID Yahoo Messenger kami. Hari ini kami mulai chatting. Sedikit demi sedikit mulai kenal identitas pribadi masing-masing. Akhirnya sampai ke soal nama. Untuk B, sebenarnya saya gak punya masalah dengan panggilan. Hanya ada satu hal lucu. Bisa nebak?
Ternyata nama asli B adalah Noni. Dan dia minta saya untuk memanggil dia dengan nama itu. Hi-hi-hiiii.... loh koq kebetulan gini ya?
Sekarang saya punya dua Noni, dan keduanya adalah teman saya di dunia maya. Bertemu mereka dari hasil iseng-iseng :) What a coincidence! Iya nggak sih?